Ticker

6/recent/ticker-posts

Konflik Muaythai Kota Padang : Ketua Koni Padang Erianto Semuanya Kita Serahkan Ke Pengprov Muaythai Sumbar.

 

PADANG-andalasnewss. com, Ketua KONI Padang dinilai melakukan siasat belah "batuang" dalam menyikapi kisruh Muaythai Padang dengan Muaythai Sumbar. Pasalnya, dalam kisruh ini KONI Padang berpihak kepada hasil Muscab Muaythai, yang dinilai cacat hukum, yang diselenggarakan Pengprov Muaythai  Sumbar

Di mana dalam Muscab Muaythai  Padang tersebut terpilih Nisfan Jumadil sebagai Ketua Pengcab Muaythai Padang. "Seharusnya, KONI tidak berpihak dalam dengan mengakomodir hasil Muscab Muaythai  yang dinilai cacat hukum," ujar Rahmat Fajri, yang mengaku sah sebagai Ketua Muaythai Padang hingga tahun 2028 mendatang, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, seharusnya KONI Padang bersikap independen dalam kasus ini. Bukan, malah berpihak, dengan menerapkan sikap" belah batuang" satu dipijak, yang satu lagi diangkat. Bahkan, Rahmat telah melayangkan surat keberatan kepada KONI Padang, namun diabaikan begitu. Idealnya, dalam hal ini KONI Padang melakukan mediasi.

Katanya, ia masih aktif dan masih sah sebagai Ketua Muaythai Padang sampai akhir periode saya tahun 2028. Namun,  kenapa ia dilengserkan seperti ini. Dan yang tak kalah pentingnya lagi, ia tidak diberitahukan tentang pelaksanaan Muscab serta tidak diundang. Juga tanpa ada sama penjelasan kenapa saya di Mucablubkan secara sepihak.

" Saya tidak pernah diundang dan tidak diberitahukan tentang pelaksanaan Muscab,  saya adalah Ketua Muaythai Padang yang masih sah. Maka apa alasannya saya di Mucablubkan," ujarnya. 

Diktakan, ia sampai detik ini masih aktif dengan beberapa Sasana  dan Camp yang dibina selama ini. Aneh juga Muscablub yang digelar tidak dihadiri satupun Sasana atau Camp yang aktif di Kota Padang. Apakah Muscab ini sah. yang jelas semua proses Muscab yang dilaksanakan cacat hukum.

Kemudian saat ini yang lebih miris lagi. sekarang dipastikan telah terjadi dualisme dalam kepengurusan Muaythai Padang. Namun, ironinya lagi, KONI Padang sebagai wadah berhimpun Cabor, bukan mencarikan solusinya, dengan melakukan upaya mediasi dengan menyurat kedua pihak yang bersiteru. Ini malah KONI Padang bersikap berpihak, atau menerapkan siasat belah bambu. "Seharusnya KONI Padang bersikap independen dan tidak berpihak kepada salah satu yang terlibat kisruh," sindirnya. 

Padahal, secara ia telah tiga kali melayangkan surat untuk minta difasilitasi mengenai permasalahan ini. Tapi, disayangkan tidak sekalipun KONI Padang menanggapi surat tersebut, seakan membiarkan hal ini berlarut seperti tidak ada kejadian apapun.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi ke Ketua KONI Padang Erianto mengatakan, untuk permasalahan Muaythai Kota Padang, semuanya kita serahkan ke Pengprov Muaythai, sebab dalam hal ini, KONI Padang tidak bisa masuk kedalam ranah mereka, dan kita dari Koni Padang, juga telah membalas surat yang dilayangkan oleh saudara Rahmat Fajri, jadi sekali lagi kami sampaikan semuanya kita serahkan ke Pengprov Muaythai Sumbar, terang Ketua Koni Padang Erianto. ( Aca)