Ticker

6/recent/ticker-posts

Antara Ego Pemerintah dan Aspirasi 16 Kabupaten Dan Kota

 

Padang, andalasnewss.com, Kapan ada keseimbangan dan kapan akan muncul kata sepakat untuk satu tujuan yang diinginkan bersama demi majunya olahraga di Ranah Minang Tacinto, ada inginkan agar pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi XVI tahun 2026 ditunda dan ada yang ngotot dengan dalil bagaimana dengan atlet yang telah berjjbaku latihan selama ini intinya tidak mau Porprov ditunda lagi meskipun hanya satu hari.

Melihat situasi ini, Sekretaris Umum Kickboxing Sumbar, Firman Syafei angkat bicara, dikatakannya, permintaan penundaan helatan Porprov oleh beberapa Kabupaten dan Kota, bukan tanpa alasan, semua demi kelancaran Porprov juga, karena beberapa daerah memang sangat takut nantinya, usai Porprov mereka diperiksa dan tersandung dengan kasus hukum, tapi kalau ditunda sampai akhir tahun, dipastikan semua akan berjalan lancar dan akan menjadi Porprov terbaik sepanjang sejarah adanya Porprov di Sumbar, terang Firman kepada andalasnewss.com.

Dirinya juga manambahkan, seperti di salah satu media Online yang terbit beritanya bahwa Walikota Kabupaten Solok Jon Pandu mengatakan, kita sangat takut nantinya kalau dipaksakan juga Porprov bulan Oktober nanti, akan berdampak hukum karena anggaranny yang tumpang tindih dan harus dicarikan kemana, dan alhasil nantinya akan berdampak hukum bagi Kabupaten dan Kota yang memaksakan diri harus siap, Pdahal mereka sangat tidak siap. 

Sementara itu, menurut Firman Syafei, ini adalah dua perlawanan yang sangat syahdu antara ego pemerintah dan aspirasi 16 Kabupaten dan Kota, mundur demi keselamatan adalah sang patriot sejati atau naik tanpa persiapan akan menjadi bumerang dikemudian hari. Dan satu lagi perlu diingat bahwa Sumatera Barat itu bukan hanya Kota Padang, Kota Solok dan Kabupaten Mentawai, yang sangat siap dalam perhelatan dua tahunan Sumbar ini.

" Ini adalah pertarungan yang sangat syahdu antara ego Pemerintah dan aspirasi 16 Kabupaten dan Kota, satu ingin tetap Porprov terlaksana agar tidak menjadi bahan cemooh bagi masyarakat dan insan olahraga dan satu lagi, ingin Pekan Olahraga Provinsi di tunda demi terhindar dari kasus hukum nantinya," ulas mantan altet Wushu Sumbar tahun 2008 ini.

Firman juga berharap, mari renungkan kembali, apakah harus mempertahankan ego namun membuat yang lain akhirnya dapat masalah, atau ditunda akan menjadikan Porprov paling sukses selama adanya Porprov di Ranah Minang.

Mari turunkan ego dan dengar aspirasi 16 Kabupaten dan Kota, tidak akan ada kemerahan sebuah helatan besar kalau sang pelaksana dalam rasa ketakutan, intinya mundur demi sukses atau tetap.maju dengan konsekuensi tersandung hukum, mari sama sama kita renungkan, dan jangan jadikan perbedaan adalah musuh, tapi biarpun Berbeda tetap Tuah Sakato. ( Aca)