Oleh Labai Korok:
Fenomena bagadang terjadi pada orang yang butuh minyak kendaraan angkutan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Karena untuk menghindari kemacetan, banyak pemilik kendaraan yang bergadang untuk mendapatkan minyak, makin malam hari, antrian kendaraan makin panjang, situasi memperhatinkan.
Fenomena yang sama juga terjadi pada pencinta bola kaki, mereka juga bagadang nonton piala dunia yang disiarkan langsung oleh tivi nasional, yang konon beli siaranya terlalu mahal dibandingkan negara-negara lain di Asia, semoga diusut penegak hukum tentang kemahalan beli siaran tersebut.
Kedua kasus kegiatan/fenomena diatas sedang dilakoni oleh warga Sumbar hari ini, keduanya sama bergadang tapi beda nasib dalam kehidupannya. Bagadang antri BBM itu sedang berpikir besok bisa kerja, narik angkutan dapat uang, hanya bagadang bisa dapat minyak.
Sedangkan bagadang nonton bola kaki dalam rangka piala dunia hanya sekedar kepuasan tampa nilai, malam ini bergadang besok dipastikan tidur, hingga aktivitas dikegiatan bisa tak optimal atau bisa tak jalan, bahadang nonton bola bisa melalaikan.
Bagadang yang dimaksut secara umum, begadang adalah kebiasaan berjaga dan tidak tidur hingga larut malam sampai subuh, Berdasarkan definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), begadang diartikan sebagai kegiatan melek atau menahan diri untuk tidak tidur sampai larut malam dan bisa masuk subuh.
Maka hemat penulis bagadang ini perlu dicarikan solusi dan jalan keluar agak tetap mendatangkan manfaat, tentu pilihanya adalah tidak boleh bergadang, tetap tidur sesuai sunah nabi karena sumbar mayoritas Islam.
Bagadang itu sudah dipastikan lalai dari ajaran stunah nabi atau ajaran Islam, karena Nabi Muhammad SAW menyuruh umat tidur setelkah sholat Isya dan bangun sepertiga malam untuk beribadah atau mendekatkan diri pada Allah SWT.
Sudah saatnya bagadang ditinggalkan terutama bagi antri BBM, pemerintah propinsi, pusat harus mencarikan solusi agar sopir-sopir tidak bagadang antri minyak, solusinya menurut penulis tambah pasokan BBM ke tengah masyarakat.
Laporan terakhir kata orang penting yang ngurus BBM ini mengatakan tidak ada kelangkaa BBM, pasokan BBM memenuhi kuota, tapi karena memang ada pelambatan.
Tentu dengan adanya pelambatan tersebut baiknya pompa di SPBU diperbanyak sehingga antiran tidak terjadi dan sopir bagadang tidak ada.(***)

Social Plugin