Padang, andalasnewss.com. Seminar Ekonomi Sumatera Barat. " Mebangkitkan Ekonomi Sumbar Pasca Bencana : Strategi Pemulihan, Ketahanan, dan Transformasi Ekonomi Berkelanjutan Di Aula Bappeda Rabu 1 April 2026 Provinsi Sumbar, hadir dalam kegiatan Kepala Bappeda Zeonihan Kepal Bi M ABDUL majid..Pakaf Akademisi Unand Prof Dr Syafrruddin Karimi, Ketua Kadin Sumbar Ir. Buckhari Bacher.,
Selaku Narasumber dalam kegiatan Seminar yang digelar satu hari tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri( Kadin) Sumbar, Buckhari Bachermengatakan, saat sekarang ini kondisi perekonomian Sumbar dalam Tekanan, ini menyebabkan keterlambatan ekonomi global serta pertumbuhan ekonomi daerah yg staknan.Hal ini menyebabkan aktivitas UMKM dan pendistribusi terganggu,sehinga TKD menjadi turun, tenaganya.
Lebih lanjut ditambahkan pemilik dapur MBG ini, untuk sektor UMKM yg sangat berdampak sekali akibat musibah yang melanda Sumbar ini adalah, mereka sudah beli barang namun bencana datang dan pendistribusian yg mengalami bencana
Kenapa Sumbar berada dalam tekanan, seperti contoh, kita punya Semen Padang, bagaimana cara nya semen lain tidak masuk ke Sumbar, kita pnya dapur MBG.. Tapi di bebebrapa daerah tidak punya bank yang milik pemerintah. Inilah yg menjadi permasalahan. bagaimana cara nya uang kita diserap oleh pengusaha lokal yang otomatis uang nya berputar di Sumbar juga Kita punya E katalog kenapa kita masih ambil juga E kalatoq dari luar, potensi besar belum jadi nilai ekonomi. UMKM banyak tapi belum terintegrasi. Investasi belum terarah dan masih bermain dengan sendirinya. Selanjutnya rantai nilai ekonomi belum terbentuk sehinga pertumbuhan ekonomi akan tetap stak seperti yang kemarin kemarin ujar Ai sapaan akrabnya.
Sementara itu, untuk masalah struktural kebijakan atau regulasi peran stakeholder fasilitas dan sebagainya masih belum terarah sehinga menjadikan masalah Cultural, Budaya, Sosial, lingkungan peran adat dan seterusnya.
Kemudian, peran signifikan dunia usaha.. dari pelaku pengerak ekosistem. dari profit nilai keberlanjutan dan dari diri sendiri hinga kolaboratif, pilar investasi dari menunggu menjemput,siapkan proyek siap investasi fokus sektor unggulan. Kemudian Agrobisnis. Pariwisata Energi kepastian regulasi lahan.
Selanjutnya pada Pilar 2 UMKM dari nilai sampai rantai nilai, contohnya, Perantau dan lokal, para perantau adalah sumber investasi yang bisa kita manfaatkan, perantau dipastikan mau investasi, yang penting jelas dan terbuka, namun yang terjadi selama ini selalu membuat para perantau engan bsrimvestasi karena ketidak jelaskan dalam segala hal, jadi disinibdaya tekankan, bukan bekerja bersama tapi bekerja dalam satu sistem. ( Aca) Peran

Social Plugin