Oleh Labai Korok
Sejarah Qarun hidup di zaman Nabi Musa AS. Qarun mendapat berkah dan diberikan kenikmatan berupa harta yang berlimpah saat Nabi Musa berpengaruh. Perumpamaan seperti seorang pejabat daerah mendapat jabatan karena kepala daerah sifulan berkuasa.
Namun sayang, kesombongan Qarun, kerakusan Qarun, tida mau berbaginya qarun membuatnya lenyap bersamaan dengan hartanya. Diriwayatkan dari Qatadah, ia berkata, "Mereka ditenggelamkan secara berangsur-angsur, satu per satu setiap hari sampai hari Kiamat." Jangan para pejabat daerah, propinsi ikuti langkah qarun.
Tercatat dalam Al-Qur'an" selen
Kisah tentang Qarun termasuk salah satu yang cukup populer. Kesombongan Qarun dengan hartanya yang berlimpah bahkan diabadikan dalam Al-Qur'an.
Qarun awalnya adalah sosok yang miskin, menderita namun suatu hari ia meminta pengaruh dan promosi pada Nabi Musa AS agar mendapatkan kekayaan dan kejayaan. Lalu Doa Nabi Musa AS kemudian dikabulkan Allah SWT sehingga Qarun diberikan nikmat berupa harta yang berlimpah. Sayangnya, setelah diberi kekayaan, ia bersikap angkuh dan sombong.
Allah SWT kemudian menurunkan azab bagi Qarun dan hartanya. Kisah ini tercatat dalam surah Al-Qashash ayat 81.
Artinya: "Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)."
Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari az Zuhri dari Salim dari ayahnya dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Ketika seseorang menjulurkan pakaiannya (Qarun), tiba-tiba ia ditenggelamkan ke dalam perut bumi sampai pada hari Kiamat." (HR Bukhari)
Dalam kitab Qashash al-Anbiyaa' karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan Saefullah MS diceritakan bahwa ketika Qarun berjalan di hadapan kaumnya dengan penampilannya yang sangat megah, menaiki kendaraan termahal, model pakaian terindah dan disertai dengan kemewahan dan kesombongannya, ia melewati Nabi Musa AS dan para pengikutnya dengan congkak.
Akhirnya Qarun ditenggelamkan oleh Allah SWT atas permintaan Nabi Musa AS dalam doanya kepada Tuhan, kisah diatas perlu dipahami bagi semua pihak hari ini yang jadi pejabat, apalagi masyarakat Sumatera Barat tahu para pejabat itu duduk, dipilih dan mendapat jabatan karena ada permainan Kepala Daerah.
Perlu dipahami adalah pejabat dan kepala daerah diibaratkan cerita Qarun tersebut, bahwa kekuasaan itu ada ditengah masyarakat, doa masyarakat kepada Allah SWT bisa dikabulkan.
Saat ini para pejabat, Kepala Daerah sudah seperti ada dendam kemiskinan, setiap posisi didapat tidak menjalankan amanah secara baik, namun melakukan tindakan yang bergaya sudah seperti Qarun yang diriwayatkan dalam Al Qur'an tersebut.

Social Plugin