Padang,andalasnewss.com, Arogansi yang ditampilkan oleh Sekretaris Umum ( Sekum) Komite Olahraga Nasional Indonesia( Koni) Kota Padang, tidak pada tempatnya, dalam artian telah melanggar kode etik dalam berorganisasi dengan semena-mena melakukan dua hal yang sangat diluar dugaan.
Dikatan JA salah seorang sekretariat Koni Kota Padang, kepada andalasnewss.com bahwa dirinya diberhentikan oleh Sekum Koni Kota Padang, yang berinisial TPJ hanya melalui telepon selular saja, dalam percakapan itu TPJ mengatakan bahwa mulai bulan Januari atau Februari, dirinya tidak lagi dipakai sebagai sekretariat di Koni Kota Padang, dan seharusnya sebagai seorang yang mengerti dengan tatanan sebuah organisasi, harusnya memberhentikan seseorang dengan pakai surat pemberitahuan bukan hanya dengan arogansi melalui telepon selular saja, ujar JA, dengan nada sedih.
Tidak sampai disitu saja, JA, juga mengatakan, bahwa honor yang dia Terima selama ini sebanyak 2,5 juta juga menjadi sasaran di potong secara sepihak oleh TPJ, dengan alasan untuk membayar tenaga kebersihan di Koni Padang dan juga untuk penjaga malam,sebanyak 1 juta rupiah, dan itu dilakukan sebanyak 2 kali, namun JA untuk yang kedua kalinya berontak dan akhirnya tidak jadi dipotong untuk kedua kalinya.
" Saya tidak terima uang honor saya dipotong untuk kedua kalinya, karena alasan untuk membayar tenaga kebersihan dan penjaga malam di Koni Padang, padahal mereka tidak ada dalam SK terbaru," ujar JA dengan nada geram.
Hal serupa di atas juga dialami oleh salah seorang sekretariat Koni Padang lainya yakni, MG, yang juga mengalami pemotongan honor dan juga diberhentikan hanya melalui telepon selular, namun MG lebih agresif dengan mendesak meminta surat pemberhentiannya, dan ini adalah bukti, dan akhirnya telat jam 5 sore aurat pemberhentian tersebut, diserahkan kepada MG.
" Kalau memang saya MG tidak lagi dibutuhkan sebagai sekretariat Koni Padang, saya mau surat pemberhentian saya diberikan, ini adalah bukti nantinya kalau saya tidak lagi dibutuhkan disini, lama terjadi perdebatan, akhirnya jam 5 sore baru surat tersebut diserahkan kepada saya, " ulas MG.
Kegeraman MG, terlihat saat andalasnewss.com melakukan Video Call dengan MG yang mengatakan, ini baru saya alami, pemotongan honor tidak dengan persetujuan saya, dan memberhentikan juga lewat WA, naif banget Sekum Koni Padang sekarang, terangnya.
Kedua korban pemberhentian secara sepihak oleh Sekum Koni Padang, berencana dalam waktu dekat akan melorkan hal ini kepad pihak terkai dan pihak berwajib.
Melihat dari hal yang dilakukan TPJ, selaku Sekretaris Umum Koni Padang, yang semestinya lebih memahami dan lebih familiar dalam bidang organisasi, memberhentikan sesorang apapun bentuknya dalam sebuah organisasi, haruslah melalui rapat internal, disepakati bersama dulu baru keluar putusan bersama, dan diberikan surat pemberhentian kepada mereka bukan dengan cara seperti ini, kalau tidak memahami kan bisa koordinasi dengan yang lebih paham, agar hal ini tidak terjadi, semoga kedepan cukuplah sekali ini saja kejadian yng memalukan ini terjadi di organisasi yang mengunakan dana hibah dari pemerintah.
Ketika andalasnewss.com, mencoba melakukan konfirmasi kepada Sekretaris Umum Koni Padang, TPJ, dirinya mengatakan, sebenarnya, sebelum pemberhentian ini kami lakukan, terlebih dahulu kami telah melakukan rapat unsur pimpinan dan rapat pengurus inti, maka baru keluar Surat Peringatan ( SP 1 )
" Kami melakukan rapat pimpinan dan rapat pengurus inti dahulu, dan hasil kesempatan bersama barulah kami berikan Surat Peringatan ( SP 1) namun kedua orang sekretariat tersebut tidak juga berubah dalam hal bekerja, dan dalam SP 1 tersebut juga kami jelaskan kalau nantinya dapat SP 2 maka lansung dengan pemberhentian, " terang TPJ.
Banyak sekali masukan dari unsur pimpinan mengenai orang berdua ini, kerjanya hanya duduk duduk saja dan selalu datang terlambat, dan lagi apa saja yang saya putuskan selalu koordinasi dengan ketua dan unsur pimpinan di Koni Padang lainya dan untuk pemotongan honor mereka semua melalui kesempatan mereka juga dan juga disebutkan ke pengurus inti lainya, jadi tidak ada pemotongan sepihak saja dari saya, ujar TPJ. ( **) Bersambung.

Social Plugin